Baca Juga
LOMBOK TIMUR: Anggota DPR RI dari Fraksi Partai
Persatuan Pembangunan (PPP) Hajjah Wartiah, memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di hadapan ratusan kader muda Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) se-Lombok Timur, perguruan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Naga
Sakti, di Aula Al Bahrah. Acara yang digelar di Aula Al Bahrah selain dihadiri
oleh kader muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Lombok Timur juga
dihadiri Pimpinan Dewan Cabang (DPC) Kabupaten Lombok Timur Beserta jajaran pengurus partai.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC)
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lombok Timur, H. Fahrurrozi
mengucapkan banyak terimakasih telah memilih daerah kami untuk melaksanakan
kegiatan Empat Pilar ini.
“Semoga ke depan anak-anak muda ini
mampu mengamalkan empat pilar kebangsaan
sebagai wujud kecintaan terhadap berbangsa dan bernegara dalam
mengamalkan nilai-nilainya.”harapnya
Hajjah Wartiah dalam menyampaikan
materi “sosialisasi ini yakni untuk memberikan pondasi dini pemahaman kepada
para kader muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tentang pengetahuan Empat
Pilar Kebangsaan diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal
Ika,”Ujarnya di acara. Senin 10 Februari 2020.
| Hajjah Wartiah hadiri dan Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan dihadapan ratusan kaum muda millenial Aula Al Bahrah Lombok Timur |
Ia menambahkan, dengan menanamkan
nilai-nilai kebangsaan, nantinya akan di kembangkan oleh para kader muda partai
dan kaum millenial di Lombok Timur ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga
mereka yang sebagai penerus bangsa dapat menjadi pemimpin masa depan.
“Untuk itu perlunya nilai-nilai
kebangsaan kita tanamkan sejak usia kader muda, agar nantinya kembali ke
masyarakat mereka juga mampu untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan tersebut
kepada orang-orang disekitar mereka.”Imbuhnya
Dengan menanamkan nilai kebangsaan,
Komisi XI DPR RI ini juga menegaskan bahwa betapa besarnya negara Indonesia,
bhinneka tuggal ika dan mengerti tentang adanya paham-paham yang bersebrangan
dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Paham –paham di luar implementasi nilai-nilai kebangsaan
seperti radikalisme agar nantinya para kader muda sebagai generasi penerus kita
harus mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta membuat para
kader muda mengerti bahwa paham radikalisme bertentangan dengan nilai-nilai
kebangsaan.”tandasnya
Masih menurut Hajjah Wartiah, “paham radikalisme yang berkembang
harus segera ditangkal agar tidak meracuni para generasi muda saat ini,
sehingga nantinya bisa merugikan masyarakat, bangsa dan negara.”tutupnya (Oby Tastura)
Posting Komentar