Baca Juga

MATARAM, baleaspirasi.net - Anggota DPR RI Komisi XI Hajjah Wartiah temu silaturrahim bersama Kepala Desa se-Lombok Barat dalam agenda Reses di Lesehan Green Asri Mataram. (5/3/2020)

Hajjah wartiah dalam sambutannya menyampaikan dalam kegiatan ini kami minta kepala seluruh kepala desa untuk memberikan aspirasi-aspirasi yang saat ini berkembang di desa masing-masing.

Tentunya akan saya perjuangkan sesuai dengan jalur, apakah nantinya lewat jalur APBD dan atau APBN.

Tidak sampai pada pertemuan ini saja namun Wartiah akan menemui dan turun secara langsung menyapa lebih dekat masyarakat desa yang hadir pada acara tersebut untuk melihat kondisi desa yang ada.

Komisi XI ini juga akan bantu ibu-ibu PKK yang ada di desa dan membuka forum resmi dalam pemberdayaan perempuan untuk penguatan ekonomi kreatif desa.
‘’Saya sekarang di komisi XI yang berhubungan dengan keuangan dan perbankan yang turunanannya seperti Bappenas, Bpk, Ojk, Bi, Menkeu, Lps, Bps dan masih banyak mitra kerja yang saya gandeng,’’tegasnya

Wartiah menegaskan kepada kepala-kepala desa untuk berhati-hati dalam mengelola keuangan desa.

Ketua DPW PPP ini juga meminta agar kepala desa yang ada pondok pesantrennya di desa untuk disampaikan keinginannya mengingat pondok-pondok pesantren akan di berikan mengelola Bank Wakaf Mikro dan akan dibina agar kemandirian pondok pesantren semakin kuat.

‘’Kepada kepala desa silahkan memberikan masukan dan data keinginan serta kekurangan yang ingin disampaikan untuk kemaslahatan ummat,’’harapnya

Selanjutnya Wartiah akan mengundang kembali kepal-kepala desa yang hadir diacara tersebut untuk mengikuti sosialisasi dari mitra kerjanya yaitu Badan Pemeriksa Keuangan agar kepala desa paham dalam tata kelola keuangan desa.
Foto : salah satu perwakilan kepala desa yang menyampaikan aspirasi yang nantinya akan di perjuangkan oleh DPR RI Komisi XI Hajjah Wartiah pada temu silaturrahim Kepala Desa se-Lombok Barat dalam agenda reses Lesehan Green Asri Mataram. (5/3/2020) (baleaspirasi/oby)

Sesuai dengan pernyataan kepala desa kuripan untuk diadakannya sosialisasi dari BPK melihat banyak sekali kepala desa yang salah menggunakan anggaran dana desa.

‘’kami ingin nanti Ibu bisa menghadirkan kami BPK bersama forum kepala desa se lombok barat,’’tegasnya

Sedangkan kepala desa sandubaya meminta agar di berikan jatah kuota beasiswa perdesa mengingat sumber daya manusia di desanya masih sangat kurang.
Ia juga menyuarakan masjid dan pesantren yang masih belum tersentuh akibat gempa yang melanda dua tahun lalu serta jaminan hidup yang belum dirasakan masyarakatnya.

Selain itu, satu-satunya kepala desa perempuan se lombok barat menyampaikan keadaan desa sesaot yang dipimpinnya.

“kami sedang mengembangkan desa wisata sesaot yang memang sudah banyak dikunjungi, namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian kami yaitu jalan yang rusak parah menuju destinasi wisata serta drainase yang tidak baik lagi sehingga ketika hujan airnya seriing tergenang,’’ungkapnya

Srikandi desa ini juga telah mengembangkan olah sampah tuntas terpadu atau dikenal dengan Osamdu untuk mengurangi sampah sampah yang berserekan di desa wisatanya serta memanfaatkan sampah sebagai pertambahan ekonomi desa.

Hanya ia mengeluhkan sedikit kekurangan “kami hanya kekurangan kapsitas dalam pengolahannya, maka kami mohon untuk kesediaan ibu untuk membantu dalam bentuk apapun agar sampah bisa diminimalisir dengan cepat,”pungkasnya
Wartiah dengan  spontan merespon keinginan kepala-kepala desa serta persoalan yang dihadaapi masing-masing desa.

Menurutnya untuk isu sampah akan di koordinasikan dengan mitra yang mengelola persampahan. Osamtu yang ada di desa sesaot akan kami jadikan percontohan yang sebelumnya akan kami teskis untuk nantinya dikembangkan dan di gunakan disemua desa.

‘’Untuk masjid dan mushalla yang dan jaminan hidup masyarakat yang terkena dampak gempa saya telah suarakan di pusat dan diindahkan, semoga tidak lama akan dieksekusi,”tuturnya

‘’Selanjutnya aspirasi yang telah disampaikan dan yang tertulis akan saya perjuangkan sesuai dengan jalur yang ada,’’tutupnya (Oby Tastura)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama