Baca Juga
LOMBOK TIMUR, baleaspirasi.net – Anggota DPR
RI Komisi XI Hajjah Wartiah bersililaturrahim dalam rangka reses menyerap
aspirasi ke Pondok Pesantren Kudwatussholihin Jerowaru, Lombok Timur.
(9/3/2020)
Penyambutan hangat dari santri yang diiringi musik
seni hadroh yang ditaburkan memicu semangat kunjungan silaturrahim ditengah
guyuran hujan.
Pimpinan Pondok Pesantren Lalu Husnan Kariyadi
menyebut tahun berdirinya pondok pesantren yang dikelolanya pada tahun 1993 dan
telah menampung ribuan santi sampai hari ini.
Ia berharap dalam penyerapan aspirasi atau
reses tersebut mampu meringankan kegelisahan terhadap fasilitas pesantren yang
ia kelola.
“Sejak berdirinya pesantren ini santri kami
semakin banyak peminatnya dan kami kewalahan menampung dalam hal prasarana asrama
santri, maka dalam rese ini kami sampaikan kekurangan tersebut agar nantinya
bisa dibantu membangunkan asrama,”tegasnya
Ketua PPP Lombok Timur Pahrurrozi menyatakan
semangat Wartiah yang tidak pernah surut dan berhenti menyapa dalam menyerap
aspirasi masyarakat.
“Saya akui bagaimana tekad dan niat baik
beliau memperjuangkan masyarakat terlebih-lebih membantu membesarkan pesantren-pesantren
yang ada,”
Hajjah Wartiah sangat mengapresiasi atas
bantuan Pahrurrozi yang diberikan kepada pondok pesantren kudwatussholihin
setiap tahunnya.
“Kami disini berlomba-lomba menuju kebaikan
sebagaimana 6 prinsip dasar PPP dan sebagai ladang ibadah,’’
Ia menekankan keberadaannya di komisi XI yang
berhubungan dengan perbankan dan keuangan.
‘’Saya sekarang di komisi XI yang berhubungan
dengan keuangan dan perbankan yang turunanannya seperti Bappenas, Bpk, Ojk, Bi,
Menkeu, Lps, Bps dan masih banyak mitra kerja yang saya gandeng,’’tegasnya
“Kedepan melalui mitra di Komisi XI agar
pesantren mengembangkan ekonomi produktif untuk kemandirian pondok pesantren
itu sendiri yang sebelumnya nanti mitra kerja akan melatih santri-santri yang
ada,”tambahnya
Segi pengelolaan sepenuhnya adalah pemilik
pondok pesantren bersama potensi santri dalam wadah Bank Wakaf Mikro.
“Bukan saja bisa dinikmati oleh pondok
pesantren itu sendiri namun masyarakat sekitar pesantren ikut menikmati bahkan
ke masyarakat luas,”tandasnya
Kepala Madrasah Aliyah Zulfakar, menerangakan
apa yang menjadi kekurangan dan keterbatasan pondok bahwa “segala kebutuhan
santri seperti ATK dan kebutuhan dasarnya sangat sulit mereka dapatkan karena
keberadaan pondok yang dipelosok, maka kami meminta agar ibu bisa membantu kami
membangun santrimart untuk kesediaan pokok dasar santri,’’

Posting Komentar