Baca Juga

 


Mataram, BaleAspirasi.Net- Dalam Rangka Silaturrahim dengan Mitra Kerja Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat dengan Anggota Komisi XI DPR RI Hajjah Wartiah dalam mengemban tugas baru sebagai KPW BI NTB Heru Saptaji ingin memperkuat sinergitas sekaligus menjelaskan program-program skala prioritas untuk pengembangan Ekonomi di Nusa Tenggara Barat.


 Hajjah Wartiah menyatakan bahwa Komisi XI DPR RI mendukung program yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), yang tujuan akhirnya adalah untuk menekan inflasi, meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas, serta mampu mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan.

 

“Untuk Nusa Tenggara Barat, kami mendengar laporannya langsung dari para penerima PSBI. Kami menilai implementasi dari kegiatan PSBI khusunya di Lombok ini telah tepat guna dan tepat sasaran," ucap Hajjah Wartiah dalam sambutanya ketika pihak Bank Indonesia Bersilaturrahim ke Ponpes Nurul Islam Sekarbela ,Kamis (8/10/2020).

 

Pada kesempatan ini, Komisi XI DPR RI menyatakan apresiasi kepada BI karena mampu melakukan penyerapan anggaran sesuai dengan apa yang telah mereka sampaikan dan disetujui oleh Komisi XI DPR RI. Hajjah Wartiah memastikan, pihaknya juga akan mendukung BI agar bisa lebih fokus pada program yang berbasis kepada produktivitas dan hal-hal yang lebih urgen, serta menghindari hal-hal yang sifatnya konsumtif.

 

“kami akan terus mencoba penguatkan ekonomi terutama pondok pesantren dengan program yang produktif dan inovatif .yang semuanya ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat," kata legislator PPP daerah pemilihan pulau Lombok itu.

 

Dalam penjelasannya kepada awak media, Kepala BI Perwakilan NTB Heru Saptaji menjelaskan BI NTB akan mengedepankan program untuk menekan inflasi dengan pengembangan ekonomi Grassroot serta mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama   melalui UMKM yang terbarukan , diantaranya

 

Pertama, Menumbuhkan ekonomi inklusif untuk menurunkan indeks kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan yang sesuai dengan indicator.


Kedua, Bank Indonesia akan konsen untuk menjaga kestabilitas perekonomian yang baik dan inflasi yang rendah terkendali

 

Ketiga, mengaktifasi serta memperbesar ekonomi ummat dan Kemandirian ekonomi pesantren

 

Tidak sampai disitu saja BI NTB akan terus bersinergi mengembangkan potensi unggulan yang menjadi produk unggulan daerah

“banyak sekali potensi produk unggulan yang bagus ada kopi, mutiara, industry kreatif dsb yang perlu dikembangkan dalam sisi pemasaran, kelembagaan, dan aktifitas oprasionalnya” tutup pimpinan BI tersebut.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama