Baca Juga

 


Mataram, Baleaspirasi.Net- Peringati Hari Keluarga Berencana Nasional, Ketua DPP PPP sekaligus  Anggota Komisi XI DPR RI  Hajjah Wartiah untuk meningkatkan ketahan keluarga di beberapa titik daerah pemilihannya Salurkan puluhan  bantuan berupa timbangan melalui  posyandu dan Pos pelayanan KB. (selasa, 29, Juni 2021)

Ia  yang konsen pada ketahanan keluarga, memberikan berbagai kontrubusi, mulai dari menyampaikan informasi, menyerap aspirasi, hingga memberikan alat timbang inovasi atau biasa disebut ‘Dacin’ untuk menarik minat masyarakat dalam menimbang anaknya di Posyandu.

“Di dapil itu, saya berdiskusi dengan masyarakat, menyerap aspirasi, hingga menyerahkan Dacin atau alat ukur berat yang memiliki bentuk unik serupa mobil-mobilan yang bisa diayun ke depan dan belakang.” katanya di kelurahan Sekarbela Kota Mataram

Ketua DPP PPP itu menjelaskan pemberian alat timbang merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi yang menitikberatkan pada pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak di lokasi Posyandu

Tujuan penimbangan secara rutin setiap bulan di Posyandu dan Pos Pelayanan KB  adalah untuk mengetahui apakah bayi/balita tumbuh sehat. Selain itu, untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita, mengetahui balita sakit, kelengkapan imunisasi, dan untuk mendapat penyuluhan gizi.

“Informasi mengenai pengaruh gizi terhadap tumbuh kembangnya otak anak sangat penting untuk diketahui oleh seluruh anggota keluarga, terutama para orangtua,” jelasnya.



Legislator yang pernah menjadi Ketua komisi V DPRD NTB Bidang kesehatan Berpesan utuk Pemerintah baik pusat maupun daerah utk lebih intens dan serius mengurus kader2 posyandu, dengan mengupayakan bantuan bantuan stimulan terlebih pada pandemi Covid 19, serta berharap  partisipasi masyarakat terutama ibu rumah tangga perlu untuk di berdayakan sebagai bentuk kepedulian bersama dan penunjang ekonomi.

“sebagai kader yang langsung bersentuhan dengan masyatakat, Kader posyandu juga harus d lengkapi dengan prokes covid 19 mengingat angka Covid mash tinggi dan APD sangat terbatas untuk kader itu sendiri.

Lanjutnya Hajjah Wartiah “Saya berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat, Bagimana Kader posyandu yang rata2 adalah ibu rumah tangga untuk di berdayakan secara ekonomi utk menunjang prekonomian kader-kader posyandu” tutupnya

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama