Baca Juga
Ia yang konsen pada ketahanan keluarga,
memberikan berbagai kontrubusi, mulai dari menyampaikan informasi, menyerap
aspirasi, hingga memberikan alat timbang inovasi atau biasa disebut ‘Dacin’
untuk menarik minat masyarakat dalam menimbang anaknya di Posyandu.
“Di dapil itu, saya
berdiskusi dengan masyarakat, menyerap aspirasi, hingga menyerahkan Dacin atau
alat ukur berat yang memiliki bentuk unik serupa mobil-mobilan yang bisa diayun
ke depan dan belakang.” katanya di kelurahan Sekarbela Kota Mataram
Ketua DPP PPP itu
menjelaskan pemberian alat timbang merupakan salah satu kegiatan utama program
perbaikan gizi yang menitikberatkan pada pencegahan dan peningkatan keadaan
gizi anak di lokasi Posyandu
Tujuan penimbangan
secara rutin setiap bulan di Posyandu dan Pos Pelayanan KB adalah untuk mengetahui apakah bayi/balita
tumbuh sehat. Selain itu, untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan
balita, mengetahui balita sakit, kelengkapan imunisasi, dan untuk mendapat
penyuluhan gizi.
“Informasi mengenai
pengaruh gizi terhadap tumbuh kembangnya otak anak sangat penting untuk
diketahui oleh seluruh anggota keluarga, terutama para orangtua,” jelasnya.
Legislator yang pernah
menjadi Ketua komisi V DPRD NTB Bidang kesehatan Berpesan utuk Pemerintah baik
pusat maupun daerah utk lebih intens dan serius mengurus kader2 posyandu,
dengan mengupayakan bantuan bantuan stimulan terlebih pada pandemi Covid 19, serta
berharap partisipasi masyarakat terutama
ibu rumah tangga perlu untuk di berdayakan sebagai bentuk kepedulian bersama
dan penunjang ekonomi.
“sebagai kader yang
langsung bersentuhan dengan masyatakat, Kader posyandu juga harus d lengkapi
dengan prokes covid 19 mengingat angka Covid mash tinggi dan APD sangat
terbatas untuk kader itu sendiri.
Lanjutnya Hajjah
Wartiah “Saya berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat, Bagimana Kader
posyandu yang rata2 adalah ibu rumah tangga untuk di berdayakan secara ekonomi
utk menunjang prekonomian kader-kader posyandu” tutupnya


Posting Komentar