Baca Juga
Lombok barat, BaleAspirasi.net.- Anggota MPR RI Hajjah Wartiah menyatakan peranan dan keberadaan organisasi masyarakat atau ormas Nahdlatul Ulama dan Nahdlatul wathan dalam tatanan masyarakat dapat menyempurnakan proses Sosialisasi Empat pilar MPR.
Hal tersebut ia sampaikan dalam agenda Sosialisasi Empat
Pilar MPR di Lombok Barat Selasa (18/11/2020). Kegiatan ini dirangkai dengan
penyerahan secara simbolis pemenang vlog dan artikel yang di adakan oleh Rumah
Aspirasi, serta penyerahan secara lansung bantuan pembangunan musholla dan
masjid atas kerjasama Anggota Komisi XI dengan Bank Indonesia
Hajjah Wartiah
menyatakan, selain pejabat negara diperlukan juga partisipasi dari seluruh
masyarakat, termasuk organisasi masyarakat, Ia meyakini sifat ormas yang tumbuh
dan berkembang dari masyarakat dapat mempercepat prosesnya. "Jika
organisasi saat ini sangat besar, yang terpenting adalah bagaimana 4 pilar
kebangsaan ini dapat diimplementasikan ditengah masyarakat” kata Hajjah Wartiah
dalam penyampaiannya.
Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Ulama Irfan Suriadiata
menyampaikan materi tentang Kedudukan Pancasila terhadap UUD 1945 dalam system ketatanegaraan
Indonesia dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR tersebut. Ia menjelaskan, kebenaran
pancasila sebagai pilar bangsa sekaligus sebagai ideology Negara yang sudah
terbukti kebenaranya serta pemanfaatannya untuk melawan paham-paham yang muncul.
"empat pilar ini menetukan bagaimana negara indonesia dimasa yang akan
datang, ideology pancasila akan selalu sejalan dengan perkembangan zaman, Ideology
juga harus merespon sisi positif daripada kehidupan manusia" tutur Lawyer
muda itu.
Disatu sisi ketua pengurus Daerah Nahdlkatul wathan Mataram
H.Irzani menyampaikan materi tentang pengimplementasian 4 Pilar kebangsaan
dalam kehidupan bermasyarakat dalam perspektif ormas. ia menjelaskan kedudukan
anatara beragama dan berindonesia itu harus sejajar, dengan cara menjaga nilai
4 pilar. Kondisi simpang siur di Indonesian dan nusa tenggara barat dikarenakan
pergeseran nilai dan perspektif pemikiran dan kurangnya pemahaman akan 4 pilar kebangsaan
“Agama dan Indonesia ibarat satu hembusan nafas, Ketika kita
menjaga 4 pilar makan kehidupan beragama pun ikut nyaman, karna di Indonesia sudah
terjadi pergeseran nilai dan perspektif dan tugas kita untuk mengembalikannya” tutup komisari ITDC Nusa
Tenggara Barat Itu


Alhamdulillah menjadi inspirasi yang sangat luar biasa..
BalasHapusPosting Komentar